
Anggur dari Tuhan…
Suatu hari di
suatu desa hiduplah seorang pria tua yang kaya yang mempunyai tiga orang anak
angkat yang diasuhnya sejak mereka kecil. Pria tua itu sangat mengasihi
anak-anaknya, ia selalu mendengarkan dan memberikan apa yang menjadi keinginan
anak-anaknya jika itu baik bagi mereka. Ketika anak-anaknya sudah mulai
beranjak dewasa, maka satu hari datanglah ketiga anaknya itu dan mereka hendak
meminta izin kepada sang pria yang mereka panggil ayah, untuk pergi mengembara
dan mengusahakan hidup mereka masing-masing. Karena sang ayah sangat mengasihi
mereka, maka ia pun mengabulkan apa yang diminta oleh ketiga anaknya. Ia
mengizinkan ketiganya pergi dan ia juga menyiapkan bekal untuk ketiga anaknya
tersebut.
Keesokan hari
ketika tiba hari keberangkatan ketiga anaknya, sang ayah hanya berpesan agar
mereka berhati-hati dalam perjalanan dan meminta mereka untuk pulang pada hari
yang sama tiga tahun yang akan datang, yaitu pada hari pertama tahun baru. Sebelum
ketiganya berangkat, sang ayah pun meminta satu (1) hal kepada mereka, yaitu agar
mereka membawakannya masing-masing sebuah gelas yang baik untuknya ketika
mereka pulang nanti. Maka setelah mendengarkan pesan dan permintaan ayahnya, ketiganya
pun berangkat dan pergi ke tempat perantauan mereka yang berbeda-beda.
Suatu
hari menjelang akhir tahun, ketiga anaknya pun teringat akan permintaan ayah
mereka yang meminta mereka membawakan sebuah gelas untuknya ketika mereka
pulang nantinya. Ketiga anaknya yang
sudah menjadi orang yang kaya itu pun masing-masing mulai mencari sebuah
gelas untuk diberikan kepada ayahnya sebelum mereka pulang.
Ketika sedang
berjalan-jalan, anak yang pertama sengaja pergi ke sebuah toko barang antik
untuk membeli sebuah gelas mahal bagi ayahnya. Ia membeli sebuah gelas yang
antik, karena gelas itu sudah lama umurnya maka gelas itu pun sudah mulai
retak. Namun, katanya dalam hati, pasti ayah akan lebih menyukai gelas yang
kuberikan karena gelas ini adalah gelas yang antik dan lagipula mahal harganya.
Begitu pula dengan anak yang kedua, ia segera menyuruh pengrajin membuatkannya
sebuah gelas yang indah untuk ayahnya. Gelas yang dipesannya pun selesai dan ia
sangat senang dengan keindahan gelas tersebut, bahkan ia memajangkannya sebagai
penghias di rumahnya. Orang-orang yang datang ke rumahnya selalu memuji
keindahan gelas yang dimilikinya tersebut dan ia mengatakan bahwa ia akan
memberikannya kepada ayahnya nantinya. Lalu anak yang ketiga, sehari sebelum
pulang ia juga teringat akan permintaan ayahnya akan sebuah gelas, ia pun
mengambil sebuah gelas yang memang sudah ada di lemari di dapurnya. Gelas itu
hanyalah gelas biasa tetapi masih baru karena belum pernah digunakannya, ia pun
membersihkan gelas tersebut dan keesokannya ia pun pulang ke rumah ayahnya
bersama-sama kedua saudaranya.
Ketiganya pun
berangkat masing-masing dari kota tempat mereka merantau ke desa tempat dulu
mereka tinggal bersama ayahnya. Sang ayah yang sudah menunggu kedatangan
anak-anaknya pun sudah menyiapkan anggur yang terbaik untuk anak-anaknya, yaitu
anggur yang ia tanam dan olah sendiri. Ketika menjelang malam hari pada hari
pertama tahun baru itu juga, ketiga anaknya pun tiba bersamaan di rumah dan
ayahnya segera mengajak mereka untuk makan dan minum bersama. Ketiganya begitu
haus dan melihat itu, sang ayah pun pergi ke dapur untuk mengambil anggur yang
telah disimpannya untuk diberikan kepada anak-anaknya. Sambil menunggu ayahnya
datang membawa anggur untuk mereka, ketiganya pun mengeluarkan hadiah yang
telah mereka bawa yaitu berupa gelas yang akan diberikan kepada ayahnya. Di
meja makan tersebut, sang ayah sengaja tidak menyiapkan gelas-gelas untuk mereka
karena ia ingat betul bahwa ia telah memesan anak-anaknya tersebut untuk membawakannya sebuah gelas yang baik
untuknya sebelum mereka pergi beberapa tahun lalu.
Ketika melihat
gelas-gelas yang dibawa sudah diletakkan di atas meja, sang ayah pun mulai menuangkan
anggurnya ke dalam gelas-gelas tersebut. Ketiga anaknya sangat terkejut, karena
mereka tidak mengira ayahnya akan menuangkan anggur tersebut ke dalam gelas
yang mereka bawa.
- Gelas yang
pertama dituangi anggur yaitu gelas antik yang mahal yang dibawa anak yang
pertama ternyata bocor karena retakan-retakan yang ada pada gelas tersebut. Hal
ini membuat anak yang pertama begitu kecewa karena belum sempat ia meminum
anggurnya, anggur itu sudah tumpah. Melihat anggurnya tumpah, ayahnya hanya
memandang pada anaknya dan gelasnya itu sambil mengerutkan dahi.
- Lalu mulailah
sang ayah menuangkan anggur ke gelas yang kedua, yaitu gelas indah buatan
pengrajin yang pernah dijadikan hiasan di ruangan rumah dan yang menjadi
kebanggaan oleh anaknya yang kedua. Ketika sang ayah selesai menuangkan
anggurnya, anak tersebut tidak berani meminumnya karena ternyata gelas tersebut
meskipun terlihat begitu indah dari luar, tetapi di dalamnya begitu kotor karena
debu sehingga anggur yang dituangkan ayahnya tercampur dengan debu. Dengan
kecewa, anggur tersebut pun terpaksa dibuang oleh anaknya yang kedua itu.
Melihat anggurnya dibuang, sang ayah hanya mengerutkan dahi sambil memandang
pada anaknya dan gelasnya yang kotor itu.
- Dan gelas
ketiga, yaitu gelas terakhir yang dibawa oleh anak ketiga yang baru dan sudah
ia bersihkan sebelum ia datang, maka ketika ayahnya menuangkan anggur ke dalam
gelasnya, anak itu pun segera meminum anggur tersebut dan ia pun tidak haus
lagi. Lalu melihat kedua saudaranya yang kehausan, anaknya yang bungsu itu pun
membagikan anggurnya kepada kedua saudaranya karena ia melihat mereka belum
minum dan begitu kehausan. Melihat hal tersebut, sang ayah hanya tersenyum
padanya.
Cerita di atas
sebenarnya mengajarkan kita tentang hal penting apa yang perlu kita bawa ketika
kita hendak datang kepada Tuhan. Hanya dengan gelas yang baik, yaitu gelas yang
utuh dan bersih lah yang mampu menampung anggur yang baik sehingga orang yang
membawa gelas tersebut dapat dipuaskan rasa hausnya. Dan hanya orang yang dengan hati yang benar lah, yaitu hati yang
dibawa secara utuh dan dijaga kekudusannya yang mampu menampung dan dipuaskan firman
Tuhan sehingga orang tersebut tidak lagi mengatakan bahwa ia merasa kering
hatinya, kering hubungannya dengan Tuhan, dan ia tidak pernah terpuaskan
meskipun ia membaca firmanNya dan berdoa padaNya setiap hari.
Jika Anda
mengalami cerita diatas, yang perlu Anda ketahui dan sadari adalah :
“Tuhan tidak pernah gagal dalam
memuaskan hati orang-orang yang haus akanNya, tetapi orang-orang yang merasa
bahwa ia tetap kering hatinya, haus hatinya, dan tidak pernah berubah hidupnya
adalah orang yang telah membuat kekecewaannya sendiri karena ia datang dengan
membawa hati yang gagal, yaitu hati yang menyiapkan kegagalannya sendiri, sama
seperti gelas-gelas yang gagal menerima anggur dengan baik.”
Anak pertama gagal meminum
anggurnya dengan menggunakan gelas yang bocor dan retak, meskipun gelas
tersebut mahal dan sekalipun ia antik. Begitu pula dengan kita, firman (anggur
yang diberikan Tuhan ) yang kita baca menjadi sia-sia jika kita tidak pernah
menyiapkan hati yang utuh untuk menerima firman tersebut. Ya, anggu yang
disiapkankan dan diberikannNya menjadi sia-sia jika kita setiap hari datang
kepadaNya tetapi tidak dengan sepenuh hati.
Begitu juga dengan anak yang
kedua, ia pun gagal meminum anggurnya karena gelas yang ia siapkan begitu kotor
di dalamnya meskipun di luarnya terlihat indah. Seringkali kita terlihat hebat
diluar, tetapi di dalam diri kita sebenarnya menampakkan hal yang berbeda, yang
begitu kontras dengan apa yang terlihat dari luar diri kita. Kita ingin
terlihat baik, tetapi kita tidak mau membersihkan dan dibersihkan dari dalam.
Jika kita datang kepada Tuhan dengan hati seperti itu, maka sama seperti anggur
yang dituangkan ke gelas kedua yang akhirnya dibuang karena tidak layak
diminum, begitu pula hati kita akan kembali haus dan kering karena kita sebenarnya
tidak pernah meminum anggur dari Tuhan. Kita lah yang tidak menyiapkan hati
yang bersih, hati yang terbaik sehingga kita yang membuat kegagalan, dan
sebenanya bukan firman Tuhan yang gagal.
Datanglah kepada Tuhan dengan hati
yang utuh dan bersih, maka ketika Ia menuangkan firmanNya, maka kita dapat
meminumnya dan dipuaskan. Hidup kita akan benar-benar penuh dengan kepuasan
karena berkat firmanNya sehingga kita pun boleh memberkati orang lain sama
seperti anak bungsu yang memberkati kedua saudaranya dengan anggur yang ia
bagikan kepada saudara-saudaranya itu.
Jika kita datang dengan hati yang
siap diberkati, maka kita akan diberkati dan memberkati. :D
GBu! Terima Kasih Tuhan Yesus
Kristus!
Matius 23 : 25-26
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
GBu! Terima Kasih Tuhan Yesus
Kristus!