Matius 24:42 Karena itu berjaga- jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Sesuatu yg kita telah didapatkan pasti kita menjaganya, mustahil kita menjaga sesuatu yang belum kita dapatkan. Keselamatan yang telah kita peroleh harus kita jaga. Menjaga keselamatan bukan diartikan sebagai usaha kita untuk mendapatkan keselamatan, tetapi menjaga keselamatan adalah buah dari keselamatan yang telah kita peroleh.
Bagaimana caranya ?
"Milikilah Gaya Hidup Kristus, Gaya Hidup Kristus adalah buah dari Hati yang dipenuhi Firman"
Menuju Gaya Hidup Kristus :
1. Hati yang dipenuhi Firman
Hati yang salah akan menghasilkan Gaya Hidup yang salah, pola baju yang salah akan menghasilkan baju yang salah. Hati sangat berperan penting dalam kehidupan ini, didalam hati terdapat segala sesuatu yang belum nyata dan kelihatan. Hati menyimpan segala sesuatu yang akan dilakukan, hati tempat penyaring perbuatan benar atau salah, dosa atau tidak. Mengapa Hati ? Matius 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Karena Hati tempat ditaburnya Benih Firman Tuhan. Hati tidak dapat di pisahkan dengan pikiran dan keinginan. Pikiran dan keinginan baik adalah buah dari hati yang dipenuhi Firman.
Apa yang kita pikirkan semua berasal dari hati terlebih dahulu, pikiran tidak akan bekerja jika tidak ada dorongan dari hati. Pikiran Jahat berasal dari hati yang jahat. Matius 9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: " Mengapa kamu memikirkan hal- hal yang jahat di dalam hatimu? Matius 15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Dari kedua ayat diatas terbukti bahwa hati dan pikiran tidak dapat dipisahkan.
Selain pikiran, keinginan (kehendak) juga berhubungan dengan hati. Keinginan tidak akan lahir jika tidak ada didalam hati terlebih dahulu. Matius 9:36-38 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Lalu Yesus berkata kepada pengikut- pengikut- Nya, " Panennya banyak, tetapi penuainya hanya sedikit. Sebab itu mintalah kepada pemilik kebun itu supaya mengirim penuai untuk panennya. " . Setelah tergerak hati Yesus, timbulah sebuah keinginan dalam hatinya. Yesus ingin supaya murid-muridNya mengembalakan orang banyak itu dan menambah penuai sebab tuaian lebih banyak dari penuainya. Setiap keinginan berawal dari hati, pada saat kita menginginkan suatu benda pasti benda itu terlebih dahulu ada didalam hati kita. Hati tidak dapat dipisahkan juga dengan keinginan (kehendak).
Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: " Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Mengasihi Tuhan dimulai dari hati, lalu jiwa dan akal budi. Jiwa berbicara kehendak (keinginan), akal budi berbicara pikiran. Mengasihi Tuhan dengan Hati terlebih dahulu maka Jiwa Dan Akal Budi pun pasti mengikutinya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa hati, pikiran dan kehendak memiliki satu kesatuan. Ketiga hal itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Apa yang ada dalam hati, itulah yang kita pikirkan dan inginkan. Miliki hati yang dipenuhi Firman, maka pikiran dan keinginan pastilah dipenuhi Firman juga. Mintalah anugerah Tuhan untuk merubahkan hati kita, karena dari hati berawal segala yang kita pikirkan dan inginkan.
2. Tindakkan menghasilkan Gaya Hidup Kristus
Setelah Hati diubahkan menghasilkan tindakan yang diubahkan, yang tadinya seorang pemarah jika hati sudah diubahkan Tuhan maka orang tersebut akan memiliki respon yang lain, tentunya respon (tindakkan) yang sesuai Firman.
Pikiran dan Keinginan (Kehendak) berhubungan erat juga dengan tindakkan, karena Pikiran dan keinginan timbul dari Hati. Mustahil ada seseorang yang bertindak sesuatu tanpa diawali dengan berpikir dan keinginan, tidak ada seseorang baru bangun tidur langsung berbuat dosa. Pasti ada proses berpikir dan memiliki keinginan terlebih dahulu. Setiap kita pasti memiliki tujuan sebelum bertindak sesuatu, baik itu tindakkan kecil maupun tindakkan besar.
Matius 12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal- hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Mengucapkan sesuatu adalah wujud dari suatu tindakkan, setiap kita ingin mengucapkan sesuatu secara otomatis kita berpikiran mengenai apa yang akan dibicarakan.
Matius 14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati- Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Sebelum Tuhan Yesus menyembuhkan, Tuhan Yesus pasti memiliki keinginan terlebih dahulu dalam hatiNya.
Dari kedua Firman Tuhan diatas bisa disimpulkan bahwa, Tindakkan terlahir dari Pikiran dan Keinginan, dimana Pikiran dan Keinginan meluap dari Hati.
Tindakkan yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan (habit), kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi gaya hidup. Lakukan Firman Tuhan terus menerus maka setiap kita pasti akan memiliki Gaya Hidup Kristus.
Gaya Hidup tidak akan lahir sebelum adanya kebiasaan, ketika kita belajar mengendarai sebuah motor jika kita belajar terus menerus mengendarai motor minimal 1 jam dalam sehari, maka setelah 1 bulan dipastikan kita memiliki Gaya Hidup mengendarai motor. Apa bukti bahwa mengendarai motor itu sudah menjadi Gaya Hidup kita? Pada saat baru belajar kita pasti konsentrasi dengan jalan raya. Lain halnya pada saat kita sudah memiliki Gaya Hidup mengendarai motor, kita tidak perlu konsentrasi penuh dengan jalanan, terkadang malah seseorang bersiul bahkan menerima telpon pada saat mengendarai motor.
"Tindakkan yang terus menerus dilakukan dengan ketaatan akan menghasilkan Gaya Hidup Kristus"