Inspirasi
 
15 Juni 2011 14:43:28

Menanggalkan Manusia Lama dan Mengenakan Manusia Baru

Kategori : Pertumbuhan Iman
Share
Menanggalkan Manusia Lama dan Mengenakan Manusia BaruSebelum kita menerima janji Tuhan, ada hal yang penting yang perlu kita ketahui dan mengerti. Mari kita baca 2 Kor 5:4-5
Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

Sebelum kita menerima janji Tuhan, Tuhan akan memproses/mempersiapkan kita untuk menanggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru di dalam Kristus, sehingga kita layak dan siap untuk menerima janji Tuhan. Misalkan, dahulu saya terbiasa mengendarai motor dan sekarang Tuhan akan memberikan mobil kepada Anda. Apakah yang perlu dipersiapkan? Anda harus bisa menyetir, harus punya lahan parkir, dan mengerti apa tujuannya Anda mempunyai mobil. Apa yang perlu ditanggalkan? Helm dan masker. Apa yang perlu dikenakan? SIM mobil, sabuk pengaman,dll.

Pertanyaannya apakah kita mau menanggalkan manusia lama dan mengambil tindakan untuk mengenakan manusia baru? Banyak orang berkata mau dan percaya akan janji Tuhan akan digenapi dalam hidupnya, tetapi hidupnya tidak berubah karena orang tersebut tidak mau menanggalkan manusia lamanya.

Apa yang perlu ditanggalkan? Dan apa yang perlu dikenakan? Mari kita baca Ef 4:17-32
  1. Menanggalkan pemikiran-pemikiran yang salah/negatif/kotor kemudian mengenakan pemikiran-pemikiran yang benar/positif/Kristus (Ef 4:17-19)
    Ams 23:7a Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.
    Apa yang kita pikirkan sangat berdampak buat masa depan kita. Contohnya janji Tuhan buat Abram dan Sarai adalah mempunyai anak. Nah sebelum janji Tuhan itu digenapi, Tuhan memberikan pemikiran baru dahulu buat mereka dengan cara mengganti nama mereka. Abram diganti namanya menjadi Abraham, yang artinya Bapa dari orang banyak (Kej 17:4-5), sedangkan Sarai diganti namanya menjadi Sara, yang artinya putri (Kej 17:15-16). Orang-orang yang bertemu dengan Abraham dan Sara akan memanggil mereka dengan nama baru itu, sehingga akan membuat pemikiran Abraham dan Sara menjadi baru tentang dirinya yang akan segera memiliki anak.
    Kita harus menanggalkan pemikiran `aku tidak bisa`, `aku bodoh`, `aku gagal`, `aku tertolak`, `aku tidak kreatif`, kemudian kenakanlah pemikiran `aku berharga`, `aku diberkati`, `aku kreatif`, `aku berhasil`, `aku diselamatkan`, `aku sembuh`.

    Tanggalkan pikiran-pikiran kotor/najis, kemudian gantikan dengan pikiran-pikiran kudus (Kol 3:5-6; Fil 4:8)

  2. Menanggalkan sikap/respon hati yang salah kemudian mengenakan sikap/respon hati yang benar (Ef 4:26,31)
    Bagaimana sikap hati kita ketika meresponi setiap kejadian, masalah, konflik, penolakan, kesendirian yang terjadi dalam hidup kita? Belajarlah sikap hati Yusuf yang tetap memiliki respon yang benar walaupun ditolak oleh saudara-saudaranya, difitnah, bahkan dipenjara. Begitu juga dengan Daud, yang mempunyai hati mengampuni Saul yang berusaha membunuhnya.

    Ganti kemarahan dengan kesabaran, dendam/kepahitan diganti dengan pengampunan, hati yang tidak mau diajar diganti dengan hati yang mau diajar, keras kepala diganti dengan kelemahlembutan, bersungut-sungut diganti dengan bersyukur, kekuatiran dengan iman dan pengharapan, kesombongan diganti dengan kerendahan hati, keegoisan diganti dengan kemurahan hati.

  3. Menanggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk/dosa kemudian mengenakan kebiasaan-kebiasaan yang baik/berkenan di hadapan Tuhan (Ef 4:28-29)
    Sebelum Musa dijadikan pemimpin bangsa Israel, Tuhan memproses hidup dia menjadi gembala dahulu, supaya Musa belajar bagaimana memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang gembala.

    Gantilah kebiasaan malas dengan kebiasaan rajin, kata-kata kotor diganti dengan kata-kata yang membangun, dusta diganti dengan kejujuran, keterikatan game dan film-film yang tidak mendidik diganti dengan kebiasaan membaca firman, berdoa, dan membaca buku yang mendidik.

Jadi, perlu kita sadari bahwa janji Tuhan akan digenapi dalam hidup kita ketika kita telah menanggalkan manusia lama kemudian mengenakan manusia baru dalam Kristus. Memang membutuhkan proses dan waktu, karena itu jalanilah dengan sabar dan jangan bersungut-sungut.
 
Sumber : HTcom
View(4717)

Baca juga :
 
Comments :
Back