Inspirasi
 
14 November 2011 18:42:14

Kasih yang Mula-mula

Kategori : Keselamatan
Share
Kasih yang Mula-mula
Sudah berapa lamakah kita mengikut Kristus dan mengenalNya dengan sungguh-sungguh? 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, atau dari kecil? Namun, apakah sampai saat ini kita masih mengalami dan merasakan kasih mula-mula dalam hidup kita?

Kasih mula-mula bisa diartikan perasaan ketergantungan atau membutuhkan yang amat kuat kepada Tuhan sehingga kita tidak dapat hidup tanpaNya.

Sama seperti orang yang sedang jatuh cinta dan sedang dalam tahap membangun hubungan. Di awal hubungan mereka pasti merasakan yang namanya ingin terus dekat, bahkan ketika sudah bertemu seharianpun ketika sampai di rumah masing-masing masih tetap ingin berkomunikasi melalui sms, telepon, ataupun chat dan kawan-kawannya.
Begitupun hubungan kita dengan Tuhan, ketika di tahun petama kita mengikut Tuhan mungkin kita akan merasakan kegairahan besar untuk selalu membaca dan merenungkan Firman Tuhan, berdoa setiap saat, menceritakan kebaikan-kebaikan dan perbuatan ajaibNya bagi hidup kita, aktif terlibat dalam pelayanan, dan masih banyak lagi.

Namun di tahun-tahun berikutnya adakalanya kita menyadari bahwa kegairahan ini mulai memudar, kita tidak lagi menemukan keantusiasan untuk membaca Firman, bahkan kita mulai merasa hati kita hampa tidak lagi bisa merasakan kasihNya.

Mungkin ada beberapa diantara kita mulai merasa jenuh dan lelah dalam perjalanan rohani kita. Atau mungkin ada yang berada di zona nyaman dengan kondisi kehidupan yang dirasa baik-baik saja sehingga kita jarang berseru padaNya, tidak lagi antusias mencari wajahNya, bahkan mulai meninggalkan persekutuan pribadi dengan Dia.
Ada 3 alasan utama biasanya yang menyebabkan seseorang kehilangan kasih mula-mula (kegairahan kepada Tuhan) :
  1. Kita mulai memandang pelayanan atau apapun yang kita kerjakan sebagai rutinitas dan bukan tanggung jawab
    Ketika kita mulai memandang pekerjaan dan pelayanan sebagai rutinitas semata, yang akan terjadi lama kelamaan hal-hal tersebut menjadi beban dan muncullah rasa enggan untuk melakukannya, atau setengah hati mengerjakannya.

  2. Adanya motivasi yang salah
    Ketika fokus kita melakukan sesuatu bukan lagi supaya Tuhan dipermuliakan, entah untuk menyenangkan orang lain atau kita mulai secara tidak sadar mencuri kemuliaan Tuhan lewat pelayanan atau pekerjaan kita. Sesungguhnya apapun yang kita lakukan semua hanyalah untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mencari keuntungan diri sendiri ataupun untuk menyenangkan orang lain.

  3. Mengandalkan diri sendiri
    Sikap ini muncul biasanya pada orang yang telah memiliki cukup banyak pengalaman atau pengetahuan terhadap suatu bidang kerja. Inilah yang disebut dosa kesombongan.
Amsal 19:21 Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Ketika masalah datang apakah yang pertama kali kita lakukan? Mencari Tuhankah?
Terkadang kita menghadapi kehidupan bermodalkan pengalaman yang pernah kita alami dan pengalaman tersebut kita jadikan kebenaran. Sehingga ketika masalah yang mungkin sama muncul kembali, kita menyelesaikannya dengan pikiran dan kekuatan kita sendiri,sebagian lagi berpikir “nanti saja jika saya sudah benar-benar tidak mampu menanggungnya baru saya akan mengijinkan Tuhan ikut campur”

Seringkali tanpa sadar kita membiarkan diri sendiri "babak belur' terlebih dahulu baru setelahnya membiarkan Tuhan yang memegang kemudi.Namun, syukur kepada Tuhan, Dia tidak membiarkan kita jatuh berlama-lama dan lebih dalam lagi. Ketika kita mendengar tegurannya dan mengakuinya dihadapan Allah, Ia adalah Allah yang setia dan adil (1 yoh 1:9). Namun tidak hanya sampai mengakui saja melainkan kita juga harus berbalik dan kembali mengandalkan Tuhan bukan diri sendiri.

Jika hari ini kita merasa telah kehilangan kasih mula-mula, berserulah kepadaNya supaya kasih itu dikobarkan kembali di hati kita. Sebab barang siapa yang meminta, maka akan diberikan kepadanya, yang mencari maka akan mendapatkannya, dan yang mengetuk maka pintu akan dibukakan baginya (Luk 11 :9)
Keep on fire!
Gbu

 
Sumber : HTcom
View(3768)

Baca juga :
 
Back