Inspirasi
 
11 Agustus 2008 16:02:48

Cara Pandang Orang Percaya

Kategori : Pertumbuhan Iman
Share

Orang-orang percaya memiliki cara pandang yang berbeda dengan orang-orang yang belum percaya. Orang yang belum percaya berusaha melakukan segala sesuatu supaya bisa diselamatkan, misalnya berbuat baik, beribadah, berpuasa, dll. Namun, cara pandang orang-orang percaya : “Aku sudah diselamatkan dan menjadi warga kerajaan Sorga, karena itu aku bersyukur untuk semuanya itu, makanya aku berbuat baik, beribadah, dan menolong orang”.

Orang-orang yang belum percaya melayani Tuhan, menyembah, dan beribadah kepada Tuhan karena suatu kewajiban atau rasa takut. Namun, orang-orang percaya melayani, menyembah, dan beribadah kepada Tuhan karena sukacita dan ucapan syukur yang dalam atas apa yang telah Tuhan kerjakan buat hidup kita. Apa yang telah Tuhan kerjakan buat hidup kita? Dia mati bagi kita dan menebus dosa-dosa kita.

Melalui keselamatan yang cuma-cuma yang diberikan kepada kita, masa lalu kita telah diampuni, masa kini telah diberi makna, dan masa depan kita telah dijaminNya. Satu hal yang perlu kita tahu dan mau belajar hari ini adalah kita diselamatkan untuk melayani, kita bukan diselamatkan oleh pelayanan yang kita lakukan (2 Tim 1:9).

Jika kita tidak memiliki kasih kepada orang lain, tidak ada kemauan melayani orang lain, hanya peduli kepada diri sendiri, maka perlu dipertanyakan lagi apakah Kristus sungguh-sungguh ada di dalam kehidupan kita dan apakah kita sudah benar-benar memperoleh keselamatan itu.

Orang yang benar-benar sudah diselamatkan pasti mempunyai hati yang ingin melayani (Mat 20:28). Jangan berpikir bahwa pelayanan hanya ada di atas panggung gereja, menjadi pengkotbah, atau melayani di gereja. Arti pelayanan lebih jauh dari itu. Mengantarkan teman ke gereja, mendoakan orang-orang supaya percaya, bersaksi kepada teman bahwa Tuhan itu baik, menceritkan Yesus kepada teman, semua itu juga pelayanan. Tidak ada pelayanan yang kecil bagi Tuhan, semuanya berharga di mata Tuhan.

Sebagai pengikut Kristus kita harus bersikap dewasa dan berhenti bertanya : “Siapa yang akan memenuhi kebutuhanku?”, melainkan mulailah bertanya : “Kebutuhan siapakah yang bisa saya penuhi?”.

Kita juga tidak boleh merasa :”Wah aku tidak bisa apa-apa, aku ga bisa ngomong di depan orang, aku ga bisa ini, ga bisa itu”. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita mau dipakai Tuhan untuk melayani. Allah ingin memakai kita untuk membuat perubahan dalam dunia ini. Dia ingin bekerja melalui Anda.

Perhatikan Abraham, walaupun sudah tua tetap bisa dipakai Tuhan, Musa yang tidak pandai bicara, Petrus seorang pemarah, Tomas yang memiliki keraguan, tetapi mereka semua bisa diubahkan Tuhan untuk dipakai luar biasa buat kemuliaanNya. Dan Anda juga bisa diubahkan Tuhan untuk mengubahkan dunia ini.

Mari responi panggilanNya untuk dipakai luar biasa buat kemualiaaNya.

GBU All..

 
Sumber : HTcom
View(3724)

Baca juga :
 
Comments :
Back