Inspirasi
 
19 Februari 2013 23:05:27

Menggapai Mimpi

Kategori : Pertumbuhan Iman
Share
Menggapai Mimpi

Setiap kita harusnya memiliki mimpi/impian yang akan dicapai. Dengan demikian, kita akan mempunyai fokus hidup sehingga kita memilik tujuan hidup yang jelas. Akan tetapi, memiliki mimpi saja tidak cukup, perlu adanya tindakan untuk menggapai mimpi itu. Tindakan apa yang harus kita lakukan ketika kita telah mempunyai mimpi/impian?


  1. Ujilah mimpi itu (Roma 11:36)
    Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
    Dari Dia maksudnya adalah apakah mimpi/impian kita itu benar-benar berasal dari Tuhan. Kita diciptakan Tuhan, karena itu pastikan setiap kita memiliki mimpi yang sesuai dengan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita. Hanya Tuhan yang terlebih tahu apa yang menjadi tujuan hidup kita.
    Oleh Dia maksudnya adalah apakah mimpi/impian kita itu dilalui sesuai dengan proses Tuhan, sesuai dengan prosedurNya, sesuai dengan prinsip Firman Tuhan dalam menggapai mimpi itu.
    Kepada Dia maksudnya adalah apakah mimpi/impian kita itu dicapai untuk kemuliaan Tuhan atau untuk kemuliaan diri sendiri semata. Pastikan mimpi setiap kita itu benar-benar untuk kemuliaan Tuhan

  2. Dipersiapkan dan dikerjakan mulai dari sekarang
    Yosua 1:2 Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
    Yosua 1:10-11 Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya:"Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki."

    Yosua diperintahkan Tuhan untuk bersiap menduduki tanah perjanjian yang akan diberikan Tuhan. Yosua pun taat akan perintah Tuhan dengan mempersiapkan bangsa Israel menuju tanah perjanjian.

    Ketika mimpi itu telah diuji dan memang berkenan di hadapan Tuhan, saatnya kita mengambil tindakan untuk mempersiapkan dan mengerjakan segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai mimpi tersebut. Seorang yang ingin membangun sebuah rumah, harus terlebih dahulu mempersiapkan bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan untuk membangun sebuah rumah. Begitu juga untuk mewujudkan mimpi/impian kita, kita harus mempersiapkannya mulai dari sekarang. Mulailah untuk mencari apa yang diperlukan untuk mencapai mimpi tersebut, bagaimana mencapainya, serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan. Apa yang perlu dipersiapkan? Skill, pengetahuan, karakter yang kuat, dan tentunya juga prinsip kebenaran Firman Tuhan yang harus selalu hidup dalam diri kita.

    Ingatlah selalu untuk bertanya kepada Tuhan, dan percayalah bahwa Dia yang akan menuntun kita. Akan tetapi, kita juga perlu melakukan bagian kita, yaitu taat melakukan apa yang diperintahkanNya dalam proses mencapai mimpi itu.

  3. Pergi mendudukinya (Yos 8:7; Yos 18:3)
    Yosua 8:7 maka kamu harus bangun dari tempat persembunyianmu itu untuk menduduki kota itu, dan TUHAN, Allahmu, akan menyerahkannya ke dalam tanganmu.
    Yosua 18:3 Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?”
    Mimpi hanya akan menjadi mimpi belaka jika kita tidak pergi bertindak untuk mencapainya. Jangan sampai kita terjebak dalam keadaan di mana kita hanya berdiam diri tanpa bertindak apa-apa dan hanya menunggu tanah perjanjian itu datang. Tanah perjanjian harus kita duduki, artinya kita harus bertindak, tentunya dengan tuntunan Tuhan.

  4. Jangan lupakan Tuhan ketika sudah menggapai mimpi itu (Ul 8:11-18)
    Ul 8:17-18 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
    Mimpi yang telah kita raih adalah berkat tuntunan dan kekuatan yang diberikan Tuhan, karena itu kita tidak boleh meninggikan diri, melainkan harus memuliakan Tuhan lewat mimpi yang telah kita capai.
 
Sumber : HTcom
View(2658)

Baca juga :
 
Back