Ilustrasi
 
24 Agustus 2010 22:37:13

Komunikasi

Kategori : Karakter
Komunikasi

Suatu ketika saya pernah membaca suatu artikel yang cukup menarik, artikel itu berjudul "satu kata" :

Satu Kata sembrono, dapat membuat orang lain tersakiti.
Satu Kata tanpa terkendali dapat membuat orang lain bingung.
Satu Kata tak sopan dan tidak ramah dapat membuat cinta hambar bahkan dapat menimbulkan benci.
Satu Kata menang sendiri dan tidak mau disalahkan, lambang sifat pengecut dan tak bijaksana.
Satu Kata keliru membuat orang terluka.

NAMUN

Satu Kata "Maaf" bisa melahirkan cinta mendalam bagi yang mendengarnya.
Satu Kata lembut dan tulus dapat membawa damai bagi orang lain.
Satu Kata Pujian dapat memberi semangat bagi yang mendengarnya.

Jadi,

Satu Kata bisa menjadi kutu dan bisa menjadi berkat bagi kita dan orang lain. Karena itu, pikirkanlah terlebih dahulu setiap kata yang akan kita katakan.

Yakobus 1:19 berkata "Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata..." Namun, kita sering baru menyadari apa yang kita ucapkan setelah kepahitan terjadi, ketika emosi, misalnya, peluang untuk membuat komunikasi menjadi tidak nyambung sangat terbuka. Banyak pasangan terluka karena tidak bisa membangun komunikasi. Memang lidah tidak bertulang, tetapi kita punya kesempatan yang sama untuk memproduksi berkat atau kutuk melalui perkataan kita. Saat orang tidak dapat mengekang lidahnya, lidah bisa menjadi api yang membakar hutan.

Namun, dari lidah kita dapat memuji Tuhan, memberi pujian pada pasangan, sahabat, saudara, dan orang lain. Dari lidah yang dikuasai, kita dapat melepaskan berkat. Kita tidak dapat menarik perkataan yang telah keluar, kelak kita pasti akan mempertanggungjawabkan apa yang diucapkan. Karena itu, kuasai perkataan Anda. Pikirkan dahulu sebelum mengucapkannya. Belajar tahan dan ukur perkataan Anda. Kita bisa buktikan bagaimana kita hidup dengan bergantung dari apa yang kita ucapkan. Jadi jika perkataan kita diurapi, bayangkan apa yang menjadi akibatnya, banyak orang akan diberkati.

 
Sumber : GOD Spirit
View(5657)
 
Comments :
Back