Inspirasi
 
02 Agustus 2016 22:07:01

Mimbar Oh Mimbar!

Kategori : Kasih Karunia
Mimbar Oh Mimbar!

Tidak heran jika di akhir ibadah Anda jarang mendengar lagi mimbar mengundang orang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, belakangan yang justru sering Anda dengar adalah mimbar menantang jemaat untuk berkomitmen mengasihi Tuhan lebih lagi dengan beberapa poin komitmen! Bahkan mimbar malah dipakai untuk menghakimi kegagalan dan dosa jemaat.

Jika mimbar tidak pernah memberitakan Yesus dan perbuatan-Nya secara apa adanya tanpa menambah agenda lain di belakangnya, bagaimana mimbar dapat leluasa mengundang orang untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Jika mimbar hanya sibuk baik secara halus atau lantang menantang jemaat untuk berkomitmen untuk mengasihi Tuhan, itu adalah bukti bahwa selama ini mimbar tidak benar-benar memberitakan kasih Yesus apa adanya.

Mustahil jika orang yang telah yakin dan mengalami dirinya dikasihi masih perlu ditantang untuk mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan adalah buah, Tidak ada orang yang dapat mengasihi Tuhan tanpa dikasihi-Nya terlebih dahulu. Tidak ada pula orang yang dapat mengasihi-Nya terus-menerus tanpa menyadari ia senantiasa dikasihi-Nya setiap saat. Jangan-jangan mimbarlah yang belum yakin benar akan kuasa pemberitaan kasih Yesus, sehingga merasa perlu mencampurkannya dengan “ramuan lain”.

Lagipula manusia sebenarnya bukan membutuhkan perbaikan diri, melainkan membutuhkan Juruselamat dalam segala aspek kehidupnya. Oleh karena itu, mimbar hanya perlu memberitakan tentang Yesus saja supaya orang-orang semakin menyadari betapa mereka perlu bergantung penuh kepada Yesus sebagai Juruselamatnya. Jika Yesus terus diberitakan, maka ketertarikan terhadap dosa otomatis akan hilang digantikan dengan kekaguman akan Pribadi Yesus.

Mimbar oh mimbar, semoga semakin banyak orang-orang yang berdiri di belakangmu mengalami perubahan, barulah mereka dapat berharap orang-orang yang berada di depanmu dapat mengalami perubahan!

 
Sumber : HTcom
View(1503)

Baca juga :
 
Comments :
Back