Inspirasi
 
08 April 2016 14:15:33

Mana yang Lebih Banyak Anda Dengar? Kabar Baik atau Kabar Buruk?

Kategori : Kasih Karunia
Mana yang Lebih Banyak Anda Dengar? Kabar Baik atau Kabar Buruk?

Banyak kabar buruk yang seringkali kita dengar dari dunia ini, dimulai dari hal kesehatan yang semakin hari semakin banyak orang berusaha menjaga tubuhnya terhindar dari sakit penyakit, besarnya biaya pengobatan, kabar perekonomian yang merosot, merosotnya berbagai bisnis, meningkatnya biaya hidup, isu teror, dan lain sebagainya.

Banyak orang jarang mendengar betapa Tuhan sangat mengasihi hidupnya. Kabar baik tentang Yesus yang datang untuk menebus setiap detail hidup kita. Kabar baik yang membebaskan orang dari setiap kekuatiran dan pergumulan hidup. Kabar baik tentang betapa Yesus telah menyelesaikan segala sesuatunya untuk kita. Kabar baik di mana Yesus telah menanggung setiap sakit penyakit, kelemahan, kutuk, dosa, dan pelanggaran kita.

Kehidupan kita bukan ditentukan oleh seberapa hebat dan kuatnya diri kita menangani setiap problema dan kesulitan, tetapi ditentukan oleh seberapa kepercayaan kita kepada Tuhan. Jika kita jarang mendengar kabar baik tentang Yesus, maka kita pasti dengan mudah kuatir dan tenggelam dengan kabar buruk yang terdengar. Kabar buruk dari dunia ini akan memberikan kita ketakutan dan kekuatiran, sehingga malah akan membuat kita berusaha meletakkan kepercayaan kita kepada kemampuan diri kita daripada percaya akan kemurahan Tuhan.

Kita akan menjadi sibuk memperbaiki dan membenahi diri sendiri daripada memandang apa yang telah Yesus selesaikan untuk kita. Dan proses ini akan terus berulang-ulang sehingga membuat kita menjalani hidup dengan penuh kekuatiran dan stres. Dan hal yang lebih menyedihkan adalah terlalu banyak orang lebih membesar-besarkan kesulitan/tantangan hidup daripada menunjukkan kebesaran Sang Juruselamat yang dimiliki.

Tidak ada jalan lain yang dapat membuat kita tenang. Satu-satunya jalan hanya dengan percaya kepada Tuhan. Dia yang menyertai dan mengasihi kita. Namun, untuk percaya itu tidak dapat ditimbulkan diri sendiri. Seringkali kita tahu harus bersikap percaya, tetapi apalah daya kita tidak bisa percaya.

Akibatnya banyak orang lebih percaya gaya hidup sehat yang dapat menjaga kesehatannya daripada kabar baik tentang Yesus yang menjadi sumber kesehatannya. Banyak orang lebih percaya kerja kerasnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya daripada percaya kepada penyediaan Tuhan atas hidupnya. Banyak orang lebih percaya perencanaan dan kemampuan dirinya daripada percaya akan penyertaan Tuhan.

Apa yang dapat membuat kita percaya kepada Tuhan? Tidak ada jalan lain, hanya melalui Yesus kita baru dapat percaya bahwa Tuhan itu selalu baik dan mengasihi kita. Hanya melalui Yesus kita baru dapat menyadari Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita. Oleh karena itu, marilah terus memandang Yesus dan apa yang telah Yesus lakukan untuk kita. Dia telah tebus dan selesaikan semuanya untuk kita. Semakin kita melihat apa yang Yesus lakukan, semakin kita dapat percaya bahwa Dialah yang menjadi juruselamat dan penebus atas seluruh hidup kita.

Dengan demikian, barulah kita dapat otomatis menjalani kehidupan ini penuh dengan damai sejahtera dan sukacita walaupun di tengah-tengah dunia yang penuh tantangan dan kesulitan kita tidak takut, sebab kita percaya Tuhan yang menebus dan mengasihi kita selalu ada bersama kita.

Ulangan 31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Matius 6:31-32 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

 
Sumber : HTcom
View(1999)

Baca juga :
 
Back